Nafkah Istri Terhadap Suami Menurut Perpektif Hadis (Analisis Sanad Dan Matan)

Anwar, Syaifuddin (2023) Nafkah Istri Terhadap Suami Menurut Perpektif Hadis (Analisis Sanad Dan Matan). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. Abstrak.pdf

Download (334kB)
[img] Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (269kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (550kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (789kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (421kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (652kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (328kB)
[img] Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (409kB)

Abstract

Seiring dengan berubahnya cara pandang masyarakat terhadap peran dan posisi kaum perempuan di tengah-tengah masyarakat, maka kini sudah banyak kaum perempuan yang berkarir, sebagaimana kaum laki-laki. Sebenarnya dalam hal memberi nafkah kepada keluarga, suami memiliki tanggung jawab dan kewajiban memberi nafkah terhadap istri dan juga keluarganya. Namun jika dilihat dari realitas yang sebenarnya pada saat ini banyak para suami yang mengabaikan kewajibannya dalam hal memenuhi nafkah untuk istri dan keluarganya karena disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Oleh sebab itu jika kita lihat realitas yang ada pada saat ini, maka banyak para istri yang ikut berperan serta dalam mencari nafkah, agar dapat memenuhi kebutudan rumah tangga.. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perspektif dari hadis kaitannya tentang istri yang menafkahi suami. Metode penulisan skripsi ini merupakan penelitian hukum studi pustaka, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, data yang digunakan berasal dari buku-buku, jurnal-jurnal, dan juga artikel-artikel yang berkaitan dengan masalah yang ada di dalam judul. Hasil penelitian menunjukan bahwa, ada beberapa faktor yang menyebabkan seorang istri mencari nafkah, diantaranya yaiti: Pertama Menanggung biaya hidup sendiri, Kedua Faktor Pekerjaan dan Penghasilan Suami, Ketiga Faktor Kesadaran akan Tanggungjawab Bersama, Keempat Faktor Kultural. Dan menurut perspektif hadis dapat dipahami tidak ada larangan wanita untuk bekerja dengan alasan atau factor-faktor yang telah difahami diatas. Dalam hadis-hadis tersebut tidak mendorong perempuan untuk bekerja, kondisinya akan berbeda jika keuangan keluarga tidak mencukupi, maka tidak salah jika wanita keluar untuk bekerja. Hal ini juga berlaku pada keadaan dimana suami sudah bekerja tetapi hasil yang diperoleh tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup, atau yang sedang sakit dan tidak dapat bekerja, maka peran wanita disini adalah membantu kebutuhan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorAlam, Zulham Qudsi FarizalUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Tanggungjawab, Keluarga, Nafkah.
Subjects: Hadits dan Ilmu yang berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 21 Jun 2023 01:51
Last Modified: 21 Jun 2023 01:51
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/10364

Actions (login required)

View Item View Item