Nalar Isyari Irfani Kiai Sholeh Darat dalam Tafsir Faidl Al-Rahman Q.S Al-Baqarah Ayat 15

Mawaddah, Umi Muslimah Nurul (2023) Nalar Isyari Irfani Kiai Sholeh Darat dalam Tafsir Faidl Al-Rahman Q.S Al-Baqarah Ayat 15. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (344kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (438kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (621kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (945kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (532kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (439kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (573kB)

Abstract

Salah satu di antara corak tafsir yang dikenal dalam penafsiran Al-quran adalah tafsir bercorak sufistik, kemudian melahirkan ajaran tasawuf atau kerohanian yang menekankan kepada kesucian dan kesempurnaan jiwa, hati (qalb) dan moralitas. Dalam penelitian ini penulis meneliti tafsir isyari irfani QS.Al-Baqarah ayat 15 dalam Tafsir Faidl ar-Rahman KH Sholeh Darat, yang mana penelitian ini menjelaskan tentang penalaran isyari irfani KH Sholeh Darat dalam Tafsir Faidl al-Rahman Q.S Al-Baqarah ayat 15. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu kegiatan yang sebagian besar tugas penelitiannya adalah berada diperpustakaan, mencari dan menyutir dari bermacam-macam sumber data yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak diteliti. Adapun sumber data penelitian ini yaitu dari kitab Tafsir Faidl al-Rahman “Fi Turjumani Tafsir Kalam al Malik Ad Dayyan”, Buku Tafsir Jawa, Terjemah Kitab Faid Ar-Rahman Fi Turjumani Tafsir Al-Kalam Al-Malik Ad-Dayyan. Jilid 1. Hasil dari penelitian ini yaitu 1) Nalar isyari irfani adalah nalar yang mampu memadukan antar dimensi zahir dan batin sekaligus keduanya seperti dua sisi mata uang yang memang bisa dibedakan tetapi, tidak bisa dipisahkan. 2) Sedangkan isyari irfani yang terdapat dalam Q.S Al-baqarah ayat 15 dalam Tafsir Faid al-Rahman Kiai Sholeh Darat adalah Allah nanti pada hari kiamat akan membagikan cahaya bagi orang-orang mukmin dan orang munafik ketika akan melewati jembatan siratal mustaqim tatkala akan melewati jembatan tersebut, maka cahaya orang-orang munafik tiba-tiba padam. Dan Allah akan memperolok-oloknya terhadap orang munafik di dunia ialah dengan memberi tambahan kesehatan dan menambah kekayaannya, hilang akhiratnya, terhalang dari mendapatkan taufik atau hidayah selamanya. Semua perbuatannya menjadi maksiat. Berdasarkan pembahasan serta analisis yang telah dilakukan, Nalar isyari adalah mentakwilkan al-Qur’an dengan makna lahiriyahnya karena adanya isyarat samar yang diketahui oleh para penempuh jalan spiritual, atau hanya diketahui oleh orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan berkepriadian luhur, atau tafsir yang didasarkan pada isyarat-isyarat rahasia dengan cara memadukan makna yang dimaksud dengan makna tersurat. Irfani adalah suatu pengetahuan yang diperoleh melalui pencapaian dan penyinaran hakekat oleh Tuhan kepada hamba yang menjalani (salik) sehingga terbuka hakekat tersebut (kasyf) melalui jalur olah rohani atau laku-jiwa yang didasarkan atas nama cinta (mahabbah). Nalar isyari irfani adalah nalar yang mampu memadukan antar dimensi zahir dan batin sekaligus keduanya seperti dua sisi mata uang yang memang bisa dibedakan tetapi, tidak bisa dipisahkan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorKarim, AbdulUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Isyari, Irfani, Faidl al-Rahman
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an > Ilmu Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 02 Dec 2023 03:53
Last Modified: 02 Dec 2023 03:53
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/11619

Actions (login required)

View Item View Item