Shobirin, Muhammad (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Utang Piutang Bersyarat Dalam Akad Antara Petani dengan Pengepul Ikan Lele (Studi Kasus Di Desa Getassrabi Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus). Undergraduate thesis, IAIN Kudus.
![]() |
Text
01.COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
02.ABSTRAK.pdf Download (535kB) |
![]() |
Text
03.DAFTAR ISI.pdf Download (444kB) |
![]() |
Text
04.BAB I.pdf Download (780kB) |
![]() |
Text
05.BAB II.pdf Download (878kB) |
![]() |
Text
06.BAB III.pdf Download (460kB) |
![]() |
Text
07.BAB IV.pdf Download (993kB) |
![]() |
Text
08.BAB V.pdf Download (440kB) |
![]() |
Text
09.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (666kB) |
Abstract
Latar belakang penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya praktik utang piutang bersyarat dalam akad antara petani dengan pengepul ikan lele. Perjanjian bersyarat ini memanfaatkan rasa saling percaya untuk bekerja sama dalam pelaksanaan budidaya ikan lele. Dalam kemitraan ini, petani diwajibkan menjual seluruh hasil panen ikannya kepada pengepul atau pemodal awal, bukan kepada pihak ketiga, dan pengepul yang nantinya akan menentukan harga jual ikan lele tersebut. Oleh karena itu, hasil panen yang dijual petani kepada pengepul akan dipotong sebagai pengganti harga benih yang diberikan pengepul kepada petani di awal akad. Penelitian ini, peneliti menggunakan metode jenis penelitian lapangan ini melibatkan pencarian sumber data secara langsung di lokasi yang diteliti. Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani dan pengepul serta beberapa petani desa getasserabi, dan data sekunder diperoleh dari perpustakaan berupa buku, jurnal, hasil penelitian dan bahan-bahan lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Pendekatan penelitian menggunakan metode pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penulis kemudian menggunakan metode induktif untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian ini adalah praktik utang piutang diperbolehkan sepanjang praktik tersebut bertujuan untuk membantu. Menurut Dr. Mardani dalam buku Fiqih Ekonomi Syariah salah satu rukun qardh yakni meminjamkan harta yang dapat diukur, ditimbang atau yang serupa itu diperbolehkan. Dalam praktik utang bersyarat yang terjadi di Desa Getasserabi Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus diterima secara umum dalam syariat Islam, namun utang piutang menjadi fasad (rusak) karena syarat yang dibebankan oleh pengepul terhadap petani.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Praktik Utang Piutang, Perjanjian Bersyarat | ||||||
Subjects: | Fiqih, Hukum Islam > Muamalat, Muamalah > Jual Beli Fiqih, Hukum Islam > Muamalat, Muamalah > Pinjam Meminjam |
||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 30 Jan 2025 03:31 | ||||||
Last Modified: | 30 Jan 2025 03:31 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13435 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |