Mahida, Lailatul Silvi (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktek Budidaya Cacing (Studi Kasus di Desa Paseban Mangunrejo Kecamatan Kebonagung Kabupaten Demak. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
01.COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
02.ABSTRAK.pdf Download (429kB) |
![]() |
Text
03.DAFTAR ISI.pdf Download (548kB) |
![]() |
Text
04.BAB I.pdf Download (773kB) |
![]() |
Text
05.BAB II.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
06.BAB III.pdf Download (568kB) |
![]() |
Text
07.BAB IV.pdf Download (836kB) |
![]() |
Text
08.BAB V.pdf Download (433kB) |
![]() |
Text
09.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (551kB) |
Abstract
Praktek budidaya cacing yang dilakukan oleh masyarakat Desa Paseban Mangunrejo, karena banyaknya permintaan cacing yang dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik dan bahan dasar obat-obatan. Cacing merupakan jenis hewan yang oleh masyarakat dianggap menjijikkan akan tetapi memiliki manfaat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang memanfaatkan cacing sebagai obat, bahan dasar kosmetik, maupun pakan ternak. Hal ini menjadi masalah jika terdapat perbedaan pendapat apakah budidaya cacing itu diperbolehkan atau tidak. Karena media hidup dan makanan cacing terbuat dari limbah kotoran hewan maupun limbah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui praktek budidaya cacing yang terjadi di Desa Paseban Mangunrejo kemudian menganalisis praktek tersebut berdasarkan Hukum Islam dari pendekatan fiqh muamalah dan Fatwa MUI. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yakni menjelaskan atau menggambarkan kejadian sesuai dengan fakta lapangan. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, serta kepustakaan yang relevan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa hukum dari budidaya cacing adalah sah (boleh) menurut hukum Islam, karena budidaya cacing ini dilakukan untuk mengambil manfaat dan kasiatnya. Cacing dijadikan sebagai pakan ternak dan pembuatan obat dan kosmetik karena mengandung zat-zat penyembuh dan pencegah berbagai penyakit. Selain itu, media dan makanan cacing bukan berasal dari limbah kotoran hewan maupun limbah rumah tangga, akan tetapi berasal dari onggok aren, ampas tahu, dan sayuran sisa yang sudah layu
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Budidaya, Cacing, dan Hukum Islam | ||||||
Subjects: | Fiqih, Hukum Islam | ||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 03 Feb 2025 08:22 | ||||||
Last Modified: | 03 Feb 2025 08:22 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13492 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |