Handayani, Rini (2024) Pesan Dakwah dalam Adat Pernikahan Mubeng Asem di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. COVER.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (253kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (158kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (302kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (619kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (313kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (622kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (263kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (318kB) |
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses adat pernikahan mubeng asem di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus dan apa pesan dakwah dalam adat pernikahan mubeng asem di Desa Kuryokalangan Kecamatam Gabus. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif (penelitian lapangan). Dengan menggunakan sumber data yaitu data primer, dan data sekunder. Metode yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian melakukan analisa data dengan cara mereduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Proses adat pernikahan mubeng asem di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus yaitu: a. Diawali dengan membawa bunga telon, jerami, ketan dan kolak. Bunga telon, mempunyai makna tersendiri untuk menghormati leluhur atau orang yang sudah meninggal. Dan membawa jerami. Jerami diibaratkan sebagai “menyan”. Menyan itu dibakar sebagai rangkaian doa dengan niat untuk harum-haruman. sedangkan ketan dan kolak. Ketan diibaratkan sebagai perekat antara pengantin laki-laki dan perempuan. Sedangkan, kolak diibaratkan sebagai memanis-maniskan dan romantis dalam hubungan. b. Membaca hadroh. c. Mengelilingi pohon Asem sebanyak tiga atau tujuh kali dengan membaca shalawat. Setelah selesai ketan dan kolak tersebut dibagikan kepada orang yang ikut dalam pelaksanaan adat istiadat pernikahan mubeng asem. 2. Pesan-pesan dakwah dalam adat pernikahan mubeng asem di Desa Kuryokalangan Kecamatan Gabus yaitu: a. Jadilah anak-anak yang shaleh-shalehah. Anak yang shaleh shalehah adalah anak yang selalu medoakan kedua orang tuanya, selalu taat dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah, menjauhi larangan Allah dan Rasulullah. Untuk menjadi anak shaleh-shalehah perlu adanya berbakti dengan orang tua, ada tiga macam orang tua yaitu: Orang tua guru, orang tua kandung, orang tua mertua. b. Menjaga kelestarian budaya leluhur. Budaya leluhur adalah tradisi peninggalan dari orang yang yang telah berjasa di desa. Perlu kita lestarikan sebagai bentuk penghargaan, penghormatan dan warisan dari leluhur yang tak ternilai harganya. c. Pengingat agar selalu berdoa dan meminta hanya kepada Allah. Allah sebagai pencipta makhluk yang menghidupkan dan mematikan, semua kekuatan, Kesehatan dan kecerdasan adalah karunia Allah. Dengan itu hanya Allah tempat berserah diri.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Pesan Dakwah, Adat Istiadat, Pernikahan, Mubeng Asem | ||||||
Subjects: | Filsafat, Dakwah, Pendidikan dan Pembaharuan Islam > Dakwah Islam | ||||||
Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Manajemen Dakwah | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 20 Feb 2025 04:51 | ||||||
Last Modified: | 20 Feb 2025 04:51 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13743 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |