Diyanti, Efa Fifin (2024) Tradisi Slametan Uler-Uler Desa Jungsemi Kecamatan Wedung Kabupaten Demak dalam Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl dan Aqidah Islam. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (188kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (192kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (332kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (453kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (350kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (409kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (188kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (329kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas tentang Tradisi Slametan Uler-Uler Desa Jungsemi Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Adapun lokasinya di bengkok atau persawahan desa (lurahan), seluruh warga desa hari itu hadir dengan membawa beragam makanan, antara lain: ingkung ayam, nasi golong (nasi janganan), dan kue yang berbentuk uler-uler yang terbuat dari tepung gandum, ada campuran kelapa diparut dan dibentuk seperti uler-uler. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Tradisi Slametan Uler-Uler dan filosofinya dalam Perspektif Fenomenologi Edmund Husserl, Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Tradisi Slametan Uler-Uler dan filosofinya dalam Perspektif Aqidah Islam. Adapun jenis penelitian ini menggunakan model pendekatan kualitatif lapangan yaitu penelitian yang sumbernya terjun langsung kepada masyarakat dengan meneliti langsung kepada kepala desa, perangkat desa, sesepuh desa, masyarakat desa, tokoh masyarakat, dan tokoh Agama. Dalam teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti berusaha menganalisisis data-data yang diperoleh dari informan kemudian data tersebut dikaitkan dengan teori yang relevan seperti Fenomenologi Edmund Husserl dan Aqidah Islam. Hasil dari penelitian ini memiliki 1) Nilai-nilai Perspektif Edmund Husserl Tentang Tradisi Slametan Uler-Uler yaitu kebersamaan gotong royong, dan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan dan menjalankan Tradisi Slametan Uler-Uler sangat tinggi. Masyarakat bisa melihat fenomena sebagai kesadaran murni yang bebas dari keyakinan, pengetahuan, dan asumsi yang terbentuk dari proses interaksi dengan dunia, sehingga mampu melihat fenomena apa adanya yang menghasilkan sebuah tindakan yang didasari oleh pengalaman sehari-hari dan bersifat intensional. 2) Nilai-nilai Aqidah Islam Tentang Tradisi Slametan Uler-Uler yaitu bersyukur kepada Allah SWT atas segala rizki dan rahmat yang diberikannya, silaturahmi dalam Tradisi Slametan Uler-Uler adalah cara warga setempat berkumpul dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama anggota masyarakat lainnya, saling berbagi makanan kepada sesama. Melaksanakan tradisi Slametan Uler-Uler dalam Agama Islam adalah mubah dan tidak melanggar syariat dalam Islam. Implikasi dari nilai-nilai Tradisi Slametan Uler-Uler di Desa Jungsemi ternyata banyak Masyarakat yang menilai tradisi Slametan Uler-Uler wajib dilestarikan karena itu sebuah budaya dan tidak melanggar dengan Agama Islam.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Aqidah Islam, Fenomenologi Edmund Husserl, Tradisi Slametan Uler-Uler | ||||||
Subjects: | Ilmu-Ilmu Sosial > Adat Istiadat > Adat Istiadat Setempat | ||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 20 Feb 2025 07:53 | ||||||
Last Modified: | 20 Feb 2025 07:53 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13754 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |