Sari, Irma Shofiana (2024) Pemahaman Hadis tentang Perempuan adalah Aurat dan Relevansinya dalam Konteks Kekinian. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. COVER.pdf Download (850kB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (295kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (281kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (633kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (838kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (376kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (949kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (310kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (345kB) |
Abstract
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang disajikan secara deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan skunder. Data primer yaitu kitab-kitab hadis mu’tabarah khususnya kitab Kutub at-Tis’ah (kitab sembilan). Sumber data sekunder yaitu data dokumen, jurnal, buku sesuai tema, yang berkaitan dengan tema bahasan yaitu hadis perempuan adalah aurat. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi sumber yang didapatkan dalam perpustakaan. Analisis data dilakukan dengan cara deskripstif yang sistematis berdasarkan tema penelitian yang meliputi analisis sanad, matan, dan makna menggunakan metode dan kriteria yang dianjurkan oleh para ulama ahli hadis. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: 1) Kualitas hadis yang penulis teliti ditinjau dari segi kualitas sanad hadis maka hadis tersebut tergolong hadis ḥasan li dzatihi. Namun terdapat riwayat lain yang berstatus sama yang mendukung hadis utama tersebut sehingga hadis tersebut naik tingkatan derajatnya menjadi ṣaḥiḥ li ghairihi. Sedangkan dari kandungan matan, matan hadis tersebut dapat dinyatakan sebagai maqbul (dapat diterima) karena tidak bertentangan dengan Al-Qur’an,hadis yang lebih kuat, akal sehat dan sejarah. 2) Dengan pemahaman kandungan makna hadis perempuan adalah aurat tidak semata-mata dipahami bahwa seluruh tubuh perempuan adalah aurat. karena sejatinya perempuan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk melakukan aktivitas dalam masyarakat. Banyak bukti sejarah tentang perempuan yang keluar rumah pada masa Nabi. Itu artinya perempuan bukanlah aurat yang hanya boleh berada didalam rumah saja tetapi mereka berhak beraktifitas diluar rumah untuk bekerja, beribadah, mencari ilmu dan kepentingan lainnya. Tetapi, dengan syarat ketika perempuan keluar rumah agar tetap menjaga dirinya. 3) Kaitannya dengan konteks kekinian, hadis perempuan adalah aurat tidak lagi relevan jika hanya dipahami secara tekstual saja melainkan harus difahami secara kontekstual agar mendapat pemahaman yang relevan dari makna hadis tersebut. faktanya, diera sekarang banyak perempuan yang ingin menjadi perempuan karier dan ibu rumah tangga, hal tersebut dilakukan bukan karena faktor ekonomi atau sebagainya, melainkan karena keinginan dari diri sendiri. Islam membolehkan perempuan untuk melakukan hak-hak kewajibannya dalam melakukan aktifitas kegiatan di masyarakat tidak ada larangan bagi perempuan untuk melakukan aktifitas diluar rumah, hanya saja ketika keluar rumah perempuan diwajibkan harus menutup aurat, salah satunya dengan mengenakan jilbab sebagai penutup aurat, dalam pemilihan model jilbab seseorang bebas memilih model tren sesuai dengan zaman sekarang asalkan tidak meyimpang dari syariat Islam yang sudah ditetapkan serta tetap menjaga kesopanan ketika keluar rumah.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Perempuan, Aurat, Konteks Kekinian, Hadis | ||||||
Subjects: | Hadits dan Ilmu yang berkaitan | ||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 04 Mar 2025 03:39 | ||||||
Last Modified: | 04 Mar 2025 03:39 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13847 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |