Faradisa, Widya Rachel (2024) Persepsi Peziarah terhadap Wasilah Jodoh di Makam Nyai Hamdanah dalam Perspektif Aqidah Islam. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (231kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (139kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (340kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (461kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (240kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (424kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (204kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (254kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peziarah terhadap wasilah jodoh di makam Nyai Hamdanah dalam persepktif Aqidah Islam dan faktor pendukung peziarah terhadap wasiah jodoh di makam Nyai Hamdanah. Jenis penelitian ini menggunakan model pendekatan kualitatif lapangan dengan melakukan penelitian secara langsung kepada para peziarah di makam Nyai Hamdanah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sumber data berasal dari 9 peziarah dan 2 keluarga dekat Nyai Hamdanah. Namun untuk memperkuat data, peneliti juga mengambil data dari 1 pengurus menara Kudus dan 1 pengurus makam. Peneliti menganalisis data-data yang diperoleh dari informan kemudian dikaitkan dengan teori Ibnu Taimiyah tentang wasilah dengan analisis model Miles Huberman. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, semua peziarah menganggap bahwa wasilah jodoh ini baik, karena ijazah dari seorang ulama yang sangat terkenal dengan kealimannya yakni KH. Maimoen Zubair. Meskipun belum ada alasan yang jelas mengenai latar belakang munculnya wasilah ini, tetapi banyak yang mempercayai dan mengamalkan wasilah ini. Terdapat beberapa informan yang menyatakan bahwa doa-doanya terijabah setelah bertawasul di makam Nyai Hamdanah. Dalam perspektif aqidah Islam, terdapat dua bentuk wasilah yakni wasilah kauniyah dan wasilah syar’iyah. Bentuk wasilah dalam penelitian ini adalah wasilah syar’iyah karena meyakini makam wali sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa adalah cara yang sesuai dengan syari’at yang telah ditetapkan dan merupakan ajaran yang diberikan oleh para nabi. Salah satu ulama yang membahas tentang hukum tawasul adalah Ibnu Taimiyah. Beliau mengemukakan tiga cara bertawasul yang dibenarkan, salah satunya yakni tawasul dengan doa orang-orang yang memiliki derajat tinggi disisi Allah SWT. Nyai Hamdanah dianggap sebagai waliyullah perempuan, karena di masa hidupnya beliau sangat ta’dzim kepada suami, keluarga serta masyarakat. Kedua, faktor pendukung kepercayaan peziarah terhadap wasilah jodoh di makam Nyai Hamdanah diantaranya: lingkungan keluarga, lingkungan pendidikan dan lingkungan masyarakat.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Aqidah Islam, Nyai Hamdanah, peziarah, wasilah jodoh | ||||||
Subjects: | Akidah dan Ilmu Kalam > Kepercayaan tentang hal-hal tertentu | ||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 11 Mar 2025 03:22 | ||||||
Last Modified: | 11 Mar 2025 03:22 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13927 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |