Madaniy, Mohammad Sais (2024) Tradisi pembacaan Qolbul Qur’an (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Janggalan Kudus). Undergraduate thesis, IAIN Kudus.
![]() |
Text
01. COVER.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (496kB) |
![]() |
Text
03. DAFTAR ISI.pdf Download (605kB) |
![]() |
Text
04. BAB I.pdf Download (755kB) |
![]() |
Text
05. BAB II.pdf Download (882kB) |
![]() |
Text
06. BAB III.pdf Download (447kB) |
![]() |
Text
07. BAB IV.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
08. BAB V.pdf Download (413kB) |
![]() |
Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (418kB) |
Abstract
Penelitian Living Qur’an dalam skripsi ini membahas tentang Tradisi pembacaan Qolbul Qur’an (Studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Janggalan Kudus). Tradisi ini menarik karena biasanya yang dijadikan amalan di kalangan pesantren tak lepas dari surat-surat terkenal, seperti surat Yāsin, al-Wāqi’ah, al-Mulk, dan lain-lain. Keunikan dari tradisi ini adalah Qolbul Qur’an ini berisi hati dari setiap surah yang ada di Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dalam skripsi ini menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian skripsi ini difokuskan pada praktik dan pemaknaan dari tradisi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mendeskripsikan praktik pembacaan Qolbul Qur’an, dan 2) Menganalisa pemaknaan tradisi pembacaan Qolbul Qur’an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Janggalan Kudus. Anaslisis data dalam penelitian ini menggunakan teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi pembacaan Qolbul Qur’an di Pondok Pesantren Daar Al-Furqon Janggalan Kudus dilakukan setiap Sabtu malam Ahad. Tradisi ini dibaca setelah Sholat Isya. Pelaksanaan pembacaan ini dipimpin langsung oleh pengurus pondok dan diikuti oleh santri yang lainya.. Makna yang terkandung dalam tradisi pembacaan Qolbul Qur’an jika dilihat menggunakan makna suatu tindakan dalam teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, maka ada tiga kategori makna yang diperoleh, yakni makna objektif, makna ekspresif, dan makna dokumenter. Makna objektif, tradisi ini dipandang sebagai kegiatan yang apabila senantiasa diamalkan maka akan memberikan banyak manfaat dan keberkahan. Dapat merasakan ketenangan dan kedamaian hati serta bertambah semangat dalam beribadah. Selain itu dapat mendekatkan diri kepada Allah swt dan juga sebagai pemberi syafaat kelak di hari akhir. Makna ekspresif, tradisi ini dimaknai sebagai pemberi syafaat, juga sebagai obat hati yang dapat menjadikan hati menjadi damai dan tenang. Tradisi ini pun juga dimaknai sebagai suatu doa. Makna dokumeter dari tradisi ini merupakan kegiatan yang dapat menjadikan santri menjadi orang yang lebih taat dalam beragama, seperti halnya mengamalkan dan membudayakan pembacaan surat dalam Al-Qur’an yang senantiasa dibaca dalam kehidupan sehari-hari
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Tradisi, Qolbul Qur’an, Living Qur’an | ||||||
Subjects: | Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an > Gramatika Al-Qur’an Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an > Ma’ani Al-Qur’an |
||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 13 Mar 2025 03:04 | ||||||
Last Modified: | 13 Mar 2025 03:04 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13962 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |