Darina, Nur (2024) Tinjauan Hukum Islam Terhadap Arisan Hajatan di Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.
![]() |
Text
1. COVER.pdf Download (985kB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (390kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (283kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (673kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (505kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (878kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (478kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (586kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pelaksanaan arisan hajatan di Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, untuk mengetahui alasan masyarakat melaksanakan arisan hajatan, untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap praktek arisan hajatan di Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian field research dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan antara lain: (1) Praktik arisan hajatan di desa Mayong Lor dilaksanakan ketika masyarakat mengadakan hajatan nikahan, khitanan maupun bangun rumah. Objek dalam arisan hajatan berupa uang rupiah, rokok dan bahan bangunan. Pelaksanaan arisan hajatan ini, dilaksanakan saat hari pertama dalan hajatan nikahan atau khitanan (malam pasihan atau melek’an.) praktek arisan hajatan terdapat pencatatan gunanya sebagai bukti administrasi, admisnistrasi itu dibutuhkan saat orang yang datang gantian mengeluarkan arisan/ punya hajat. (2) Alasan masyarakat Desa Mayong Lor masih melaksanakan arisan hajatan sebagai suatu keharusan, karena dimaknai sebagai warisan leluhur (kearifan lokal), silaturahmi, mengurangi beban biaya hajatan, dan sebagai tabungan. (3) Tinjaun hukum Islam arisan hajatan adalah Praktik arisan hajatan di Desa Mayong Lor sesuai dengan rukun dan syarat akad, dan dalam arisan hajatan desa Mayong menggunakan akad tabarru’ atau tolong menolong dan adanya kesepakatan antara kedua belah pihak jika terjadi kenaikan harga barang maupun selisih jumlah uang arisan karena naiknya mata uang atau ketidakmampuan masyarakat membayar arisan. Dalam perwujudan kemaslahatan yang terdapat dalam praktik arisan hajatan di desa Mayong Lor tersebut megandung kemanfaatan secara umum dengan mempunyai akses secara menyeluruh dan tidak melenceng dari tujuan-tujuan yang dikandung dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kegiatan arisan hajatan ini dapat mewujudkan kebaikan atau kemanfaatan bagi masyarakat. Arisan hajatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Mayong Lor merupakan ‘urf amali dan ‘urf khash yakni suatu aktivitas atau kegiatan yang dilakukan terus menerus dan diterima oleh masyarakat disuatu daerah tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat islam sehingga menjadi adat kebiasaan
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Arisan hajatan, Desa Mayong Lor, Praktik Pelaksanaan, Hukum islam | ||||||
Subjects: | Fiqih, Hukum Islam > Sosiologi Hukum Islam Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat Islam |
||||||
Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 19 Mar 2025 01:58 | ||||||
Last Modified: | 19 Mar 2025 01:58 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/14052 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |