Resiliensi Santri Penghafal Al-Qur’an di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak Krandon Kudus

Salsabila, Nailia (2024) Resiliensi Santri Penghafal Al-Qur’an di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak Krandon Kudus. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. Cover.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. Abstrak.pdf

Download (206kB)
[img] Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (276kB)
[img] Text
4. Bab I.pdf

Download (375kB)
[img] Text
5. Bab II.pdf

Download (548kB)
[img] Text
6. Bab III.pdf

Download (240kB)
[img] Text
7. Bab IV.pdf

Download (709kB)
[img] Text
8. Bab V.pdf

Download (209kB)
[img] Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (282kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Resiliensi, Upaya membentuk resiliensi dan faktor pendukung dan penghambat resiliensi Santri Penghafal Al-Qur’an di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak Krandon Kudus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dimana peneliti berusaha untuk mengungkap suatu fakta dalam fenomena social yang terjadi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yang diperoleh dari 2 pengurus pondok pesantren, 1 guru BK, dan 5 santri anak kelas 3 di pondok pesantren Yanbu’ul Qur’an Krandon Kudus. Sedangkan, sumber data skunder diperoleh dari kegiatan observasi, dokumentasi, buku-buku, serta dokumen arsip di pondok pesantren Yanbu’ul Qur’an Anak-Anak Krandon Kudus. Hasil penelitian menunjukan bahwa Resiliensi santri penghafal Al-Qur’an Anak-Anak di pondok tahfidh Yanbu’ul Qur’an sudah baik. Karena pihak pondok pesantren membentuk resiliensi santri setiap hari selama 24 jam dengan kegiatan yang sudah terkonsep. Pembentukan resiliensi yang dilakukan pengurus dan guru BK antara lain adalah dorongan semangat, motivasi, membantu saat kesulitan menghafal, memastikan santri ikut mengaji, memberikan bimbingan individu dan kelompok, mengidentifikasi masalah, tindak lanjut, dan membantu dalam menentukan keputusan. Pengurus juga sudah mengadakan sosialisasi bullying dan bekerjasama dengan kepolisian dan kemenag. Selain itu, keamanan juga memberikan kegiatan tambahan untuk membentuk resiliensi diri santri dengan mengadakan sambangan selama 1 bulan 1 kali, berenang 3 bulan 1 kali, syukuran kenaikan juz, rekreasi outbond, dan rekreasi tahunan khusus kelas 6. Resiliensi santri terbentuk ditandai dengan 3 faktor utama yang mempengaruhi, yaitu sosial support, cognitive skill, psychological resources. Faktor pendukung santri anak penghafal Al-Qur’an di pondok tahfidh Yanbu’ul Qur’an adalah karena parenting dan dorongan yang baik dari orang tua, pengurus, dan guru BK serta komunikasi yang intens antara pengurus dan wali santri. Sedangkan faktor penghambatnya karena kehidupan traditional pondok yang tidak memperbolehkan untuk penggunaan handphone dan mereka di tuntut bisa hidup jauh dari orang tua. Sehingga, banyak dari mereka yang masih mempunyai rasa ingin boyong. Tetapi, mereka bisa mengendalikanya. Resiliensi diri santri disini sudah dilakukan dengan baik. Karena santri mempunyai resiliensi yang mencakup 7 kemampuan yang sudah dijelaskan diatas. Selanjutnya, pengurus berharap jika santri nantinya melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi bisa mendapatkan beasiswa tahfidh agar dapat membanggakan orang tua, almamater, dan pencapaian diri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorGhufron, M. NurUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Resiliensi, Santri Penghafal Al-Qur’an, Anak-Anak
Subjects: Filsafat dan Psikologi > Psikologi > Motivasi Diri
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Bimbingan Konseling Islam (BKI)
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 24 Mar 2025 02:15
Last Modified: 24 Mar 2025 02:15
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/14074

Actions (login required)

View Item View Item