STUDI KOMPARASI IMAM MALIK BIN ANAS DAN IMAM SYIHABUDDIN AL-QARAFI TENTANG KAFAAH

FARUQ, ZAINAL (2017) STUDI KOMPARASI IMAM MALIK BIN ANAS DAN IMAM SYIHABUDDIN AL-QARAFI TENTANG KAFAAH. Undergraduate thesis, STAIN Kudus.

[img] Text
01 COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (376kB)
[img] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (387kB)
[img] Text
04 BAB I.pdf

Download (1MB)
[img] Text
05 BAB II.pdf

Download (1MB)
[img] Text
06 BAB III.pdf

Download (752kB)
[img] Text
07 BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
08 BAB V.pdf

Download (459kB)
[img] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (586kB)

Abstract

Pernikahan adalah momen yang dianggap sakral bagi kebanyakan orang. Karena itu banyak ulama yang membahas perihal yang berkaitan dengan pernikahan itu. Salah satunya adalah “kafaah” atau kesetaraan antara calon laki-laki dengan calon perempuan, yang di situ wali juga turut ikut campur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui betapa kompleksnya pendapat ulama terkait pembahasan kafaah yang komparatif dan tentunya perbedaan itu bisa diambil sesuai kondisi masing-masing calon mempelai laki-laki. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif analitik. Kualitatif karena berupa library research atau pustaka. Deskriptif karena apa yang terkait dalam pembahasan ini selalu merujuk dan membaca teks-teks atau pernyataan asli dari tokoh. Kali ini adalah Imam Malik bin Anas dan Imam Syihabuddin al-Qarafi. Pendekatan yang saya pakai dalam penelitian ini adalah sosiologis, psikolog, dan tarjih atau pemilihan hadis yang paling ungggul di antara hadis-hadis yang ada. Imam Malik memberikan Hadis yang terkait dengan Kafaah hanya mengambil hadis yang menerangkan bahwa Kafaah atau kesetaraan dalam suami istri terletak dalam perilaku yang baik saja atau diyanah. Sementara al-Qarafi menambahkan al-Mal, an-nasab, kamal al-khilqah, al-hirf, sebagai pelengkap ad-diyanah yang dikatakan Imam Malik. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwasanya semua konsep kafaah yang diperbincangkan dalam ranah fikih itu ada banyak dan semua yang dicetuskan tentunya sudah dipertimbangkan. Jadi, tidak ada yang kekurangan atau bahkan dikatakan salah. Seperti yang di dapati dalam pembahasan kafaah menurut Imam Malik dan Imam al-Qarafi ini tentunya masing-masing punya alasan tersendiri dalam menyatakan kafaah.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Studi Komparasi; Kafaah; Imam Malik; al-Qarafi
Subjects: Fiqih > Hukum Perkawinan (Munakahat)
Divisions: Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 02 Nov 2017 07:25
Last Modified: 02 Nov 2017 07:25
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/1904

Actions (login required)

View Item View Item