JILBAB DALAM AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AT-ṬABARI DAN MUHAMMAD SYAHRUR)

Khikmawati, Lathifa Naily (2018) JILBAB DALAM AL-QUR’AN (STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN AT-ṬABARI DAN MUHAMMAD SYAHRUR). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
FILE 1 HALAMAN JUDUL DAN PENGESAHAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
FILE 2 ABSTRAK.pdf

Download (312kB)
[img] Text
FILE 3 DAFTAR ISI.pdf

Download (363kB)
[img] Text
FILE 4 BAB I.pdf

Download (559kB)
[img] Text
FILE 5 BAB II.pdf

Download (791kB)
[img] Text
FILE 6 BAB III.pdf

Download (395kB)
[img] Text
FILE 7 BAB IV.pdf

Download (974kB)
[img] Text
FILE 8 BAB V.pdf

Download (379kB)
[img] Text
FILE 9 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (411kB)

Abstract

Islam sebagai agama yang universal memiliki pedoman pokok yang bersisi segala petunjuk dalam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia.Salah satunya adalah hukum-hukum yang mengatur masalah pakaian baik itu laki-laki maupun perempuan yang digunakan sebagai pentutup aurat.Salah satu di antara pakaian wanita adalah jilbab.Jilbab disebut sebagai simbol dari wanita sholihah karna digunakan untuk menutup aurat yang bertujuan agar terhindar dari hal-hal negatif terutama ketika sedang berada di antara laki-laki yang bukan mahrom-nya.Namun belakangan ini, tujuan jilbab pun seolah keluar dari tujuan aslinya.Jilbab justru digunakan sebagai tren di kalangan masyarakat.Dan diantara dampaknya adalah penggunaan jilbab dengan model yang bermacam-macam. Jilbab merupakan pakaian yang diwajibkan oleh Allah kepada wanita muslimah.Perintah Allah tersebut telah disebutkan dalam firman-firmanNya.Di dalam Al-qur’an terdapat beberapa dalil yang berkaitan dengan perintah berjilbab.Namun dalam memahami Al-qur’an, mufassir berbeda pendapat terutama mengenai batas-batas penggunaan jilbab.Dalam hal ini penulis mencoba untuk mengkomparasikan penafsiran dari mufassir Ibnu Jarir al-Ṭabari dan Muhammad Syahrur.Karena kedua tokoh tersebut memiliki penafsiran yang berbeda terhadap ayat-ayat jilbab namun keduanya sepakat bahwa jilbab merupakan busana muslimah yang digunakan untuk menutup aurat wanita muslimah. Penulisan dalam skripsi ini menggunakan metode komparasi.Studi komparatif adalah metode penafsiran yang digunakan dengan membandingkan, yang dalam hal ini membandingkan penafsiran-penafsiran mufassir.Adapun pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Shahrur dan al-Ṭabari dalam menafsirkan ayat-ayat jilbab terdapat cukup banyak persamaan dan perbedaan.Di antaar persamaannya sama-sama sepakat bahwa jilbab wajib digunakan sebagai penutup aurat dan sama-sama menggunakan muka dan telapak tangan sebagai batas mengulurkan jilbab walaupun batasan tersebut digunakan Syahrur sebagai batas maksimal. Kenyataan tersebut juga dipengaruhi oleh perbedaan zaman .Dan apabila kita mencoba untuk mengamati penggunaan jilbab di Indonesia dengan pendapat kedua mufassir maka akan kita dapati bahwa penafsiran al-Ṭabari cukup sesuai dengan penggunaan jilbab di Indonesia namun lain halnya dengan pendapat Syahrur karena batas minimal menutup aurat versi penafsiran Syahrur tidak sesuai dengan penggunaan jilbab di Indonesia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: jilbab,aurat; Syahrur; Al-Ṭabari
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an > Ilmu Tafsir
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 28 Mar 2019 01:29
Last Modified: 28 Mar 2019 01:29
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/2277

Actions (login required)

View Item View Item