Persepsi Santri dan Kiai di Pondok Pesantren El-Fath El-Islami Ngembalrejo Bae Kudus terhadap Penafsiran Ibnu Katsir QS. Shad: 26 tentang Kepemimpinan yang Ideal”, Program Strata 1 (S.1) Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu Quran Tafsir (IQT) IAIN Kudus 2019

Ariska Nur Azizah, Feni (2019) Persepsi Santri dan Kiai di Pondok Pesantren El-Fath El-Islami Ngembalrejo Bae Kudus terhadap Penafsiran Ibnu Katsir QS. Shad: 26 tentang Kepemimpinan yang Ideal”, Program Strata 1 (S.1) Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu Quran Tafsir (IQT) IAIN Kudus 2019. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (970kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (369kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (340kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (491kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (608kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (480kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (563kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (384kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (400kB)

Abstract

Berangkat dari judul skripsi, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi santri dan kiai terhadap penafsiran Ibnu Katsir dalam QS. Shad: 26 mengenai kepemimpinan yang ideal. Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode Field Risearch (penelitian lapangan) yang mana dalam bentuk penelitiannya mengarah pada penelitian Living Qur’an. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1.) kepemimpinan yang ideal merupakan kepemimpinan yang didasari dengan adanya prinsip dalam menjalankan kepemimpinan yakni seorang pemimpin harus bisa adil dalam memutuskan suatu perkara, amanah, dan lebih mementingkan kepentingan masyarakat dibanding kepentingan pribadi. Sedangkan dari persepsi para santri dan kiai sendiri mengungkapkan bahwa kepemimpinan yang ideal merupakan kepemimpinan yang mana seorang pemimpin ini memiliki moral yang baik dan harus menerapkan tiga prinsip dalam kepemimpinan yakni adanya kemampuan yang kapabilitas, amanah dan bersikap adil. 2.) para santri dan kiai dalam mendeskripsikan kepemimpinan yang ideal ini, mereka menggunakan dasar dari penafsiran ibnu katsir. Yakni dalam QS. Shad dari penafsiran ibnu katsir menjelaskan bahwa ayat shad tersebut berisikan pesan dari Allah yang tidak hanya di tujukan pada Nabi Daud, tapi juga bisa ditujukan untuk para penguasa bahwasannya dalam menjalankan kepemimpinan ini harus dengan adanya keadilan atau kebenaran dalam menyampaikan keputusan dan tidak mengikuti hawa nafsu dalam menjalankan tugas kepemimpinan. Selain menyebutkan dua karakter dari Ibnu Katsir, tapi ada persepsi kiai yang menyebutkan lebih dari dua karakter yakni kiai menambahkan adanya rasa amanah. Apabila seorang pemimpin belum bisa amanah, maka hal tersebut akan bertentangan dengan sifat yang telah diungkapkan oleh Ibnu Katsir yakni bertentangan dengan hawa nafsu. Karena, jika manusia dikuasai oleh hawa nafsu, maka rasa amanah pun akan hilang, dan ketika amanah ini hilang, maka pemimpin akan mengurusi keuntungan pribadi dan tidak mau mengurusi urusan masyarakat. 3.) dengan adanya penerapan model kepemimpinan yang ideal ini, kepemimpinan yang ada di pesantren ini apabila di analogikan kedalam QS. Sahd: 26 dalam menjalankan kepemimpinannya, santri masih belum bisa menerapkan salah satu karakter yang sudah dijelaskan dalam surah tersebut. Yakni pemimpin pesantren kadangkalanya masih mengikuti hawa nafsunya, dalam artian pemimpin belum bisa mengutamakan kepentingan pondok dibanding dengan kepentingan pribadi atau pemimpin masih mendahulukan kepentingannya ketika ada sebuah tugas yang harus dijalankan dalam kepemimpinan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan Ideal,Tafsir Ibnu Katsir, Santri, Kiai
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 11 Aug 2020 03:00
Last Modified: 11 Aug 2020 03:00
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/3121

Actions (login required)

View Item View Item