Otoritas Sunnah dan Hadis Studi Pemikiran Fazlur Rahman

Ulya, Azzawiyyatul (2019) Otoritas Sunnah dan Hadis Studi Pemikiran Fazlur Rahman. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (189kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (199kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (319kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (537kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (200kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (421kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (190kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (245kB)

Abstract

Penelitian skripsi ini mendeskripsikan mengenai pemikir cendekiawan muslim dalam kajian Fazlur Rahman yang melatar belakangi tentang “Otoritas Sunnah dan Hadis”, dimulai dari setting biografi Fazlur Rahman yang membahas mengenai nama lengkap Rahman, tempat kelahiran, karya-karya dan merupakan tokoh neomodernis. Otoritas sendiri mempunyai pengertian bahwa otoritas Nabi berkaitan dengan ucapan dan tindak tanduk Nabi disamping Al-Qur’an. Bagi kaum muslimin otoritas Al-Qur’an berada di atas otoritas Nabi sendiri, yang kedudukannya berada dibawah perintah dan kebijaksanaanya. Sunnah adalah teori praktik Nabi Muhammad saw. Dan hadis adalah tradisi verbal Nabi Muhammad saw. Rahman memberikan metode dan berbagai prinsip dalam memaknai hadis Nabi Muhammad saw dengan pemahaman yang tepat, respon Rahman dalam bidang hadis dilatar belakangi terhadap kontroversi atas sunnah dan hadis di Pakistan. Mengingat kembali bahwasanya pemahaman terhadap hadis memiliki peran penting bagi umat islam dalam merespon perkembangan zaman yang berlangsung secara cepat dalam kehidupan seperti saat ini, hadis sebagai praktik atau penerapan khasanah keilmuan yang secara faktual memiliki cara yang komprehensif, seimbang dan mudah. Oleh karena itu tujuan dari pemahaman penelitian dapat dibedakan tentang otoritas sendiri baik dari segi sunnah maupun hadisnya dengan kata lain mempermudah agar menjadi kesamaan dalam berteori. Selain itu juga pemikiran Rahman yang di dorong oleh umat islam sekarang yang cenderung menutup rapat pintu ijtihad yang berakibat terjadinya stagnisi intelektual yang menjadikan umat tidak lagi menjadikan respon terhadap perubahan dan perkembangan zaman. Dua tokoh intelektual muslim yang pernah menjadi murid dan lama bertemu dengan Fazlur Rahman adalah Syafi’i Ma’arif dan Nurcholis Majid. Faktor-faktor pembentukan pemikiran neo-modernisme yang pokok adalah hilangnya perasaan dikalangan umat Islam, khususnya bagi Nurcholis Majid dan Abdurrahman Wahid terhadap Barat. Sebagai generasi yang tidak mengalami perang kemerdekaan dan tidak mengalami diskriminasi dari kalangan elite Eropa semasa kolonialisme membuat mereka memiliki kepercayaan diri untuk berhadapan secara langsung dengan dunia Barat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pemikiran, Otoritas, Sunnah dan Hadis
Subjects: Hadits dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu Hadits, termasuk Musthallah Hadits
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 05 Jan 2021 06:58
Last Modified: 05 Jan 2021 06:58
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/3392

Actions (login required)

View Item View Item