Peran Bimbingan Konseling Keagamaan dalam Meningkatkan Semangat Beribadah pada Santri Autis di Kelas Mandiri Putra (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah desa Pedawang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus)

Taufiq, Adi (2020) Peran Bimbingan Konseling Keagamaan dalam Meningkatkan Semangat Beribadah pada Santri Autis di Kelas Mandiri Putra (Studi Kasus Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah desa Pedawang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
01 COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (71kB)
[img] Text
03 DAFTAR ISI.pdf

Download (78kB)
[img] Text
04 BAB I.pdf

Download (473kB)
[img] Text
05 BAB II.pdf

Download (688kB)
[img] Text
06 BAB III.pdf

Download (431kB)
[img] Text
07 BAB IV.pdf

Download (914kB)
[img] Text
08 BAB V.pdf

Download (331kB)
[img] Text
09 DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (887kB)

Abstract

Penelitian ini termasuk field research yang bertujuan: 1) untuk mendeskripsikan peran bimbingan konseling keagamaan, 2) faktor-faktor pendukung dan penghambat peran bimbingan konseling keagamaan, dan 3) metode bimbingan konseling keagamaan yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Achsaniyyah Desa Pedawang Kecamatan Bae Kabupaten Kudus dalam meningkatkan semangat beribadah santri autis. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitiatif dengan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa data-data tentang gambara Pondok Pesantren Al-achsaniyyah. Adapun metode sampling yang digunakan yakni purposive sampling (sampel bertujuan). Informan dalam penelitian ini adalah 4 orang diantaranya pimpinan ponpes, kepala SDLB Sunan Kudus, kepala bagian asrama kelas mandiri putra, dan ustadzah di kelas mandiri putra pondok pesantren Al-Achsaniyyah Kudus. Hasil analisis data diperoleh temuan-temuan yakni 1) peran bimbingan konseling keagamaan dalam meningkatkan semangat beribadah terlihat pada perubahan-perubahan yang dialami santri antara lain: a) sholat yang konsisten diperoleh karena pembiasaan sholat berjamaah yang dilakukan setiap hari di pondok, b) wudhu menjadi lebih tertid dan sesuai ketentuan dengan pengawasan pembimbing sehingga jika ada yang kurang tepat bisa langsung dibenarkan, c) Hafalan surat-surat alqu’an, asmaul husna, dan sholawat semakin lancar disebabkan pembiasaan dengan metode listening dan liqa’ (belajar bersama-sama). 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi bimbingan meliputi: pembimbing yang bekerjasama dan terlibat dengan santri, semangat santri, rasa percaya diri, ingin tahu dan ingin mendapatkan pengalaman baru, orang tua yang mendukung program pondok, sarana prasarana yang cukup memadai, dan seluruh warga pondok yang membangun hubungan baik dan harmonis. Adapun afktor penghambatnya yaitu kurang maksimalnya komunikasi antara guru lama dan guru baru, santri yang cepat bosan, mudah lupa, manja, malas dan mudah tantrum, orangtua yang memanjakan santri pada saat liburan, kurangnya media pembelajaran khusus autis, dan lingkungan yang heterogen sehingga pondok tidak mampu sepenuhnya membendung. 3) metode yang digunakan dalam pelaksanaan bimbingan konseling keagamaan meliputi ABA, metode langsung (tatap muka kemudian santri meniru) dalam pengajaran shalat dan wuduh serta metode tidak langsung (listening) dalam pembelajaran asmaul husna dan sholawat

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Metode Bimbingan Konseling Keagamaan, Semangat Ibadah, Santri Autis.
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi
Filsafat, Dakwah, Pendidikan dan Pembaharuan Islam > Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Bimbingan Konseling Islam (BKI)
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 23 Apr 2021 02:47
Last Modified: 23 Apr 2021 02:47
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/3964

Actions (login required)

View Item View Item