Asal Penciptaan Perempuan Dalam Surat Al-Nisa’ Ayat 1 (Studi Komparatif Tafsir Feminis Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir)

Mubarok, Husni (2020) Asal Penciptaan Perempuan Dalam Surat Al-Nisa’ Ayat 1 (Studi Komparatif Tafsir Feminis Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (392kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (463kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (753kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (902kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (397kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (986kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (430kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (400kB)

Abstract

Penelitian ini berisi tentang komparasi penafsiran Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir terhadap asal penciptaan perempuan dalam surat Al-Nisa’ ayat 1. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya budaya patriarki di Indonesia. Menurut kedua tokoh di atas, salah satu faktor yang mempengaruhi budaya patriarki adalah dari kesalah fahaman terhadap pemaknaan literasi-literasi Islam. Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir adalah seorang tokoh pejuang feminis kontemporer di Indonesia. Keduanya memiliki produk tafsir bercorak feminis dengan memakai metode maudlu’i. Pemilihan terhadap kedua tokoh di atas dikarenakan, adanya ciri khas yaang digunakannya dalam menafsirkan ayat-ayat yang bias gender. Nasaruddin Umar memakai metode maudlu’i dengan strategi analisis historis sedangkan Faqihuddin Abdul Kodir memakai metode maudlu’i dengan strategi qira’ah mubadalah. Penafsiran ini berupa penelitian kualitatif dengan analisis komparatif dengan jenis penelitia library research, pengumpulan data berupa dokumentasi, yakni merujuk pada penafsiran Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir. Penelitian ini mencoba membaca cara mengkritisi penafsiran ulama’ klasik yang dilakukan Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir terhadap QS. Al-Nisa’ ayat satu. Kata nafs wahidah yang ada di ayat ini diartikan ulama’ klasik sebagai Adam, kata minha sebagai sebagian dari Adam, dan kata Zaujaha sebagai istri Adam yaitu Hawa. Penafsiran ini dilatar belakangi oleh hadis shahih yang menerangkan bahwa Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam. Dengan metode dan strategi yang Nasaruddin Umar dan Faqihuddin Abdul Kodir gunakan, mereka berdua menolak penafsiran ulam’ klasik tersebut dan memaknai QS. Al-Nisa’ ayat 1, sebagai penciptaan manusia secara umum, tidak memaknainya sebagai penciptaan perempuan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Nasaruddin Umar, Faqihuddin Abdul Kodir, Penciptaan perempuan, gender
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Kandungan Al-Qur`an
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 28 May 2021 02:41
Last Modified: 28 May 2021 02:41
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/4288

Actions (login required)

View Item View Item