Konsep Mahabbah Sebagai Dasar Terciptanya Kerukunan Umat Beragama

Ammar, Miftakhul (2019) Konsep Mahabbah Sebagai Dasar Terciptanya Kerukunan Umat Beragama. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (868kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (860kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (861kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (647kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (800kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (583kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (579kB)
[img] Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (573kB)

Abstract

Penelitian tentang konsep mahabbah telah dilakukan oleh banyak orang maupun lembaga. Namun yang mengarah langsung kepada Konsep Mahabbah Prof Nasaruddin Umar belumlah terealisasikan. Tidak hanya itu penulis kemudian mengaplikasikan terhadap kerukunan umat beragama, Sebagai salah satu aktifitas ilmiah terhadap hazanah keilmuan Islam, dan merupakan aktualisasi keilmuan tasawuf. Oleh karena itu, penelitian tentang Konsep Mahabbah Sebagai Dasar Terciptanya Kerukunan Umat Beragama kiranya perlu kami adakan. Penelitian ini membahas tentang apa dasar-dasar dalil terciptanya kerukunan antar umat beragama dalam konsep tasawuf menurut Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, dan bagaimana pemikiran konsep tasawuf (mahabbah) sebagai dasar terciptanya kerukunan antar umat beragama menurut Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan model kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode Analysis Content sebagai metode dalam menganalisis data yang diperoleh. Konsep mahabbah sebagai Dasar terciptanya kerukunan umat beragama, dalam pemikiran Prof Nasaruddin umar tentang kerukunan terdapat tiga aspek yang harus diterapkan yang dapat penulis simpulkan yaitu menerima perbedaan, penerapan cinta, dan dialog antar umat beragama. Beliau juga mengutip ayat al-Qur’an sebagai landasannya yaitu diantaranya Q.s Yunus:99 dan Q.s Ali Imran:159. Menurut Prof Nasaruddin Umar, ketika seseorang sudah sampai pada tingkatan mahabbah, maka orang tersebut akan mencapai pada suasana batin yang penuh dengan cinta dan merasa semua makhluk tuhan itu indah. Dan ketika seseorang sampai pada tingkatan ini maka dirinya atau batinnya dikelilingi dan dipenuhi dengan cinta sehingga orang tersebut memandang apapun (Makhluk Allah SWT) penuh dengan cinta, itulah yang disebut cinta sejati karena cintanya berada pada subjek bukan objek. Cinta itulah yang akan menjadi landasan terciptanya kerukunan antar umat beragama

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Mahabbah, Prof Nasaruddin Umar, Kerukunan
Subjects: Sosial > Interaksi Sosial
Divisions: Ushuluddin > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 14 Sep 2021 07:05
Last Modified: 14 Sep 2021 07:05
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/5130

Actions (login required)

View Item View Item