Pandangan Kiai Lokal Terhadap Pelaksanaan Ihdad Wanita Karir yang di tinggal Mati Oleh Suami (Studi Kasus di Desa Gidangelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara)

Sohihah, Fikrotul Mala (2021) Pandangan Kiai Lokal Terhadap Pelaksanaan Ihdad Wanita Karir yang di tinggal Mati Oleh Suami (Studi Kasus di Desa Gidangelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara). Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[img] Text
01 COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02 ABSTRAK.pdf

Download (73kB)
[img] Text
3 DAFTAR ISI.pdf

Download (78kB)
[img] Text
04 BAB I.pdf

Download (121kB)
[img] Text
05 BAB II.pdf

Download (329kB)
[img] Text
06 BAB III.pdf

Download (101kB)
[img] Text
07 BAB IV.pdf

Download (355kB)
[img] Text
08 BAB V.pdf

Download (80kB)
[img] Text
09 DAFTAR PUSTAKA new.pdf

Download (82kB)

Abstract

Dalam penelitian ini bertujuan untuk menggali dasar pandangan Kiai lokal terhadap ihdad wanita karir yang ditinggal mati oleh suami beserta dasar hukumnya dan untuk mengetahui praktik ihdad wanita karir yang ditinggal mati oleh suami di Desa Gidangelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara. Dalam mencapainya tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data menggunakan data uji kredibilitas yang meliputi perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, dan menggunakan bahan referensi. Teknik analisis data terdiri dari reduksi kata, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pandangan Kiai lokal terhadap ihdad wanita karir di Desa Gidangelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara terdapat beberapa hasil, yakni pertama, satu dari empat Kiai yang peneliti wawancarai tidak setuju jika wanita karir yang ditinggal mati suami diperbolehkan keluar rumah untuk bekerja dikarenakan itu bukanlah suatu hal yang dhorurot karna bagaimanapun juga menjalankan ‘iddah dan ihdad adalah wajib, dalil beliau hanya mengedepankan dalil Al-Qur’an saja tanpa di imbangi dengan hadist fiqih, yang menjadikan pendapat beliau kurang kuat dimata masyarakat, dan tiga dari empat Kiai mengatakan bahwa wanita yang ditinggal mati suami boleh saja keluar rumah untuk bekerja dengan syarat dan ketentuan yang harus ditaati, dengan dasar hukum dari Al-Qur’an, hadist dan fiqih. Kedua, praktik ihdad wanita karir yang ditinggal mati suami di Desa Gidangelo yakni menjalankan ihdadnya empat bulan sepuluh hari tidak keluar rumah selama satu minggu, setelah itu boleh kembali bekerja dengan syarat dan ketentuan yaitu tidak boleh merias wajah, memakai celak, baju berwarna terang, wangi-wangian dan semua hal yang bisa memikat laki-laki

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Pandangan Kiai, Ihdad, ‘iddah, Wanita Karir
Subjects: Fiqih > Hukum Perkawinan (Munakahat)
Divisions: Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 30 Dec 2021 02:41
Last Modified: 30 Dec 2021 02:41
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/6291

Actions (login required)

View Item View Item