MAKNA PENGULANGAN `USR DAN YUSR MENURUT BINT AL-SYĀṬI’ (KAJIAN LINGUISTIK BINT AL-SYĀṭI’ ` TENTANG SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5-6)

A M I N, M O H A M M A D (2017) MAKNA PENGULANGAN `USR DAN YUSR MENURUT BINT AL-SYĀṬI’ (KAJIAN LINGUISTIK BINT AL-SYĀṭI’ ` TENTANG SURAT AL-INSYIRAH AYAT 5-6). Undergraduate thesis, STAIN KUDUS.

[img] Text
1 COVER.pdf

Download (2MB)
[img] Text
2 ABSTRAK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
3 DAFTAR ISI.pdf

Download (2MB)
[img] Text
4. BAB 1.pdf

Download (2MB)
[img] Text
5. BAB 2.pdf

Download (2MB)
[img] Text
6. BAB 3.pdf

Download (2MB)
[img] Text
7. BAB 4.pdf

Download (3MB)
[img] Text
8. BAB 5.pdf

Download (2MB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (2MB)

Abstract

Al-Qur`an adalah inti dari kesatuan rasa dan intuisi yang dimiliki oleh berbagai bangsa yang menjadikan bahasa Arab sebagai bahasanya. Setiap bahasa memiliki keindahan-keindahan sastra, yang mewakili cita rasa yang tinggi, asli, dan sempurna dalam bertutur kata. Al-Qur`an merupakan kitab bahasa terbesar, di samping itu mukjizat bayan-nya abadi, dan gagasannya tinggi. Maka tak heran apabila banyak orang yang mencurahkan usianya untuk mendalami kandungan al- Qur`an, termasuk di antaranya adalah Bint al-Syāṭi’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran Bint al-Syāti` tentang surat al-Insyirah ayat 5-6. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian dengan menggunakan metode library research, yaitu dengan mengakaji karyanya dan buku yang berkaitan. Bint al- Syāṭi’ adalah seorang perempuan yang kehidupannya ia curahkan untuk mendalami kandungan al-Qur`an. Selama ini para mufassir muncul dari kalangan laki-laki akan tetapi perempuan juga tidak ketinggalan di dalam menafsirkan al- Qur`an. Ia telah mendobrak posisi perempuan yang selama ini dianggap kurang berkompeten atau bukan ahlinya. Kemunculannya sebagai seorang mufassir sebagai daya rangsang bagi seluruh pengkaji tafsir khususnya mahasiswa Jurusan Ushuluddin yang mengambil al-Qur`an dan tafsir. Salah satu dari sekian metode yang ia tawarkan di antaranya adalah di dalam memahami ayat al-Qur`an harus dapat menguasai tema untuk mengkaji satu tema yang ada di dalamnya, lalu menghimpun semua tema di dalam al-Qur`an yang merupakan satu tema dengannya, sehingga akan kelihatan dengan jelas antara lafaẓ yang satu dengan lafaẓ yang lain dalam hal penggunaannya. Di samping itu menurutnya para mufssir klasik hanya menafsirkan al-Qur`an pada tahapan metodologis belum sampai kajian bayan. Maka kiranya ia perlu untuk menawarkan metodenya, bentuk penafsirannya tidak jauh dari kutipan para mufassir terdahulu seperti at- Thabari, az-Zamakhsyari, al-Jurjani, yang pada umumnya mereka memang ahli dalam bahasa kemudian ia baru berkomentar bahkan mengkritik pendapat yang mereka anggap kurang benar menurutnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Ilmu-Ilmu Al-Qur`an > Bahasa Al-Qur’an > Ma’ani Al-Qur’an
Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Kandungan Al-Qur`an
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 18 Feb 2017 05:30
Last Modified: 18 Feb 2017 05:30
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/678

Actions (login required)

View Item View Item