Syifaa’, Akhmad Nuuru (2024) Implikasi Terapi Do’a Terhadap Pasien Gangguan Jiwa Di Pondok Pesantren As-Stresiyah Darul Ubudiyah Sejati Juwana Pati. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (437kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (360kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (668kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (946kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (394kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (733kB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (190kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (468kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan penulis terhadap terapi doa bagi seseorang yang megalami gangguan jiwa dikarenakan gangguan psikologis/gangguan jiwa perlu ditangani secara tepat, selain dilakukan oleh ahli kejiwaan, pengobatan terhadap orang yang terkena gangguan psikologis juga dilakukan oleh ahli agama. Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan gangguan jiwa adalah dengan berdoa. Doa dianggap sebagai pengobatan psikologis yang melibatkan mengingat Allah melalui pengucapan tertentu dan merenungkan petunjuk Allah. Selain itu doa juga dapat dilakukan melalui berdzikir. Peneliti mengambil obyek penelitian di pondok pesantren As-Setresiyah Darul Ubudiyah Sejati yang bertempat di Dukuh Garuwan Desa Sejomulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati terkait bagaimana pelaksanaan dan implikasi dari terapi doa. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Serta dalam teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek pada penelitian ini yaitu 2 orang, yang pertama pimpinan pondok tersebut dan yang kedua pembimbing pasien yang menguasai terkait penerapan terapi do’a di pondok pesantren As-Setresiyah Darul Ubudiyah Sejati. Kemudian proses analisis data, penulis menggunakan metode reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa terapi do’a yang dimaksudkan yaitu terapi dzikir yang mempertimbangkan potensi muthmainnah (ketenangan, kedamaian) potensi radhiyah (yang meridhai atau berlapang dada) dan potensi mardhiyah (yang diridhai oleh Allah) dengan proses waktu terapi keseluruhan pasien tergantung seberapa besar gangguan jiwa yang dialami. Sedangkan Implikasi doa dalam prosesi terapi gangguan jiwa bahwa tahap yang digunakan yakni Tahap Kesadaran Sebagai Hamba dan Tahap Komunikasi yangmana komunikasi sebagai dasar sebelum masuk kedalam ranah terapi do’a, serta do’a difungsikan sebagai sarana untuk menyadarkan pasien bahwa manusia sebagai hamba senantiasa menyandarkan segala solusi permasalahan kepada Allah SWT
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Terapi Do’a, Gangguan Jiwa, Psikoterapi | ||||||
Subjects: | Filsafat, Dakwah, Pendidikan dan Pembaharuan Islam > Psikologi Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 19 Feb 2025 04:47 | ||||||
Last Modified: | 19 Feb 2025 04:47 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13728 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |