Ni’mah, Nuzulun (2024) Hubungan Antara Makna Hidup dengan Penerimaan Diri Pada Penyandang Disabilitas Tunadaksa di Kabupaten Kudus. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.
![]() |
Text
01. COVER.pdf Download (4MB) |
![]() |
Text
02. ABSTRAK.pdf Download (331kB) |
![]() |
Text
03. DAFTAR ISI.pdf Download (284kB) |
![]() |
Text
04. BAB I.pdf Download (371kB) |
![]() |
Text
05. BAB II.pdf Download (504kB) |
![]() |
Text
06. BAB III.pdf Download (412kB) |
![]() |
Text
07. BAB IV.pdf Download (720kB) |
![]() |
Text
08. BAB V.pdf Download (332kB) |
![]() |
Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (333kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara makna hidup dengan penerimaan diri pada penyandang disabilitas tunadaksa di Kabupaten Kudus. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Penelitian ini menerapkan pendekatan korelasi dengan tujuan mengidentifikasi apakah ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Sampel dalam penelitian ini menggunakan tabel krejcie sebagai acuan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 115 penyandang tunadaksa dengan tingkat kesalahan 5%, maka jumlah sampel yang akan digunakan adalah 86 penyandang tunadaksa. Metode pengumpulan data yang peneliti lakukan ialah berupa penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat makna hidup penyandang disabilitas tunadaksa di Kabupaten Kudus berada pada kategori sedang dengan tingkat frekuensi sebanyak 37 disabilitas tunadaksa (42.02%). Selain itu, Tingkat penerimaan diri pada penyandang disabilitas tunadaksa di Kabupaten Kudus berkategori sedang juga, dengan jumlah frekuensi sebanyak 34 disabilitas tunadaksa (39.53%). Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara makna hidup dengan penerimaan diri pada penyandang disabilitas tunadaka di Kabupaten Kudus yang memiliki hasil pearson correlation dengan probabilitas sig 0,00 dan interpretasi korelasi yang dihasilkan adalah sebesar 0,972. Korelasi pada penelitian ini berada pada rentang 0,800 –1,000 yang menunjukkan antara variabel makna hidup dengan peneriman diri memiliki korelasi sangat kuat. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa apabila penyandang tunadaksa memiliki tingkat makna hidup yang tinggi, maka penerimaan dirinya juga tinggi. Sebaliknya, apabila penyandang tunadaksa memiliki Tingkat makna hidup yang rendah, maka penerimaan dirinya juga rendah.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Hubungan, Makna Hidup, Penerimaan diri, Penyandang Disabilitas Tunadaksa | ||||||
Subjects: | Ilmu-Ilmu Sosial > Penyandang Cacat, Disabilitas | ||||||
Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Bimbingan Konseling Islam (BKI) | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 25 Feb 2025 01:58 | ||||||
Last Modified: | 25 Feb 2025 01:58 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13777 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |