Fatimah, Zulfa Wardatul (2024) Analisis Konsep Nusyuz dalam Q.S. An-Nisa’ Perspektif Mubadalah dan Relevansinya pada Kasus KDRT di Jepara. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
2. ABSTRAK.pdf Download (458kB) |
![]() |
Text
3. DAFTAR ISI.pdf Download (292kB) |
![]() |
Text
4. BAB I.pdf Download (771kB) |
![]() |
Text
5. BAB II.pdf Download (870kB) |
![]() |
Text
6. BAB III.pdf Download (523kB) |
![]() |
Text
7. BAB IV.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
8. BAB V.pdf Download (279kB) |
![]() |
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (575kB) |
Abstract
Nusyu>z secara bahasa berarti perilaku congkak atau perilaku merasa lebih tinggi daripada orang lain. Adanya anggapan lebih tingi dari pasangan mengakibatkan terciptanya dominasi satu pihak di dalam hubungan pernikahan. Dominasi salah satu pihak dapat mengakibatkan ketimpangan kekuasaan di dalam rumah tangga, sehingga muncul intensi untuk menyakiti pasangan ketika salah satu pihak merasa benar dan memiliki kuasa lebih besar. Oleh karena itu, prinsip kesalingan perspektif muba>dalah dibutuhkan dalam memaknai teks agama. Penelitian ini bertujuan: Pertama, untuk mengetahui makna nusyu>z menurut pendapat ulama tafsir seperti al-Thabary, Ibnu Katsir, al-Qurthuby, Quraish Shihab, dan Wahbah Zuhaili. Kedua, untuk mengetahui makna nusyu>z melalui perspektif Mubada>lah. Ketiga, untuk mengetahui relevansi antara makna nusyuz> dengan kasus KDRT di Kabupaten Jepara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur dan penelitian lapangan. Data diperoleh dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Qira’ah Muba>dalah. Hasil dari penelitian menunjukkan: (1) Makna nusyu>z dari penafsiran para ulama memiliki kecenderungan terhadap salah satu gender. (2) Makna nusyu>z perspektif Muba>dalah berbeda dari penafsiran ulama sebelumnya karena adanya penghilangan gender pada subjek sehingga predikat menjadi netral. (3) kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Jepara terjadi karena kesalahpahaman dalam menafsirkan teks agama sehingga muncul pemikiran bahwa nusyu>z hanya bisa dilakukan oleh istri, adanya gender stereotype, power imbalance, dan legitimasi dalam melakukan kekerasan dalam rumah tangga
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | nusyuz, Mubadalah, dan KDRT | ||||||
Subjects: | Sosial dan Budaya Islam > Kedudukan Wanita | ||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 27 Mar 2025 07:01 | ||||||
Last Modified: | 27 Mar 2025 07:01 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/14109 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |