Kajian Teologis Dalam Novel “Tuhan Maha Asyik” Karya Sujiwo Tedjo dan M. Nursamad Kamba

Ferry, Ferry (2020) Kajian Teologis Dalam Novel “Tuhan Maha Asyik” Karya Sujiwo Tedjo dan M. Nursamad Kamba. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
01. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (779kB)
[img] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (635kB)
[img] Text
04. BAB I.pdf

Download (824kB)
[img] Text
05. BAB II.pdf

Download (1MB)
[img] Text
06. BAB III.pdf

Download (593kB)
[img] Text
07. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
08. BAB V.pdf

Download (555kB)
[img] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (859kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui makna teologis yang digambarkan dalam novel “Tuhan Maha Asyik” karya Sujiwo Tedjo dan MN. Kamba. Penelitian ini berupaya menjelaskan pengenalan Tuhan kepada manusia, dimana pembicaraan tentang Tuhan saat ini sangat tabu untuk dijelaskan secara nyata. Melalui kisah-kisah yang dikemas dalam dialog ala dunia bocah, penelitian ini mencoba menggambarkan novel tersebut dalam memperkenalkan ke-Maha Asyik-an Tuhan. Skripsi ini berbasis penelitian library research (studi pustaka), dengan menitikberatkan kepada literatur, kemudian dianalisa muatan isi dari literatur yang berkaitan, baik dari sumber data primer maupun sekunder. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan hermeneutika. Hermenutika yang digunakan menganut aliran yaitu dari pemikiran F.D.E Schleiermacher. Hasil penelitian ini diasumsikan dalam 3 (tiga) poin, yaitu pertama, Tuhan dalam novel “Tuhan Maha Asyik” digambarkan sebagai sebuah cermin yang kita pandang. Apabila kita (manusia) memandang sebuah cermin, bukan cermin yang kita lihat tetapi diri kita sendiri. Itulah wujud esensi Tuhan yang ingin digambarkan dalam novel tersebut. Wujud esensi Tuhan tersebut, ditransformasikan dalam perbuatan-perbuatan manusia yang memiliki sifat-sifat seperti Tuhan. Kedua, nilai dan makna teologis yang terkandung di dalamnya, yaitu kajian iman dan kufur, tauhid, keadilan Tuhan, sifat-sifat Tuhan, qada’ dan qadar, mengenal Tuhan, kekuatan spiritualitas do’a, nama Tuhan, dan lain sebagainya. Batasan iman dan kufur dalam novel tersebut, digambarkan dalam perbuatan kemanusiaan yang menjadikan taraf keimanan atau kekufuran seseorang. Kemudian tauhid, tauhid tidak hanya digambarkan dalam pemahaman ke-Esaan Tuhan saja, tetapi tauhid ditransformasikan dalam perbuatan-perbuatan manusia yang menyikapi ke-Esaan Tuhan. Keseluruhan kajian nilai dan makna teologis dalam novel, kesemuanya bernuansa pada perbuatan-perbuatan manusia yang mencerminkan nilai dan makna teologis itu sendiri. Ketiga, faktor-faktor yang mempengaruhi pemaknaan kedua pengarang novel, yaitu penggunaan bahasa pengarang yang dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan, meliputi faktor lingkungan, pendidikan, dan kecenderungannya. Sujiwo Tedjo yang berlatar belakang budayawan (seniman), memiliki kecenderungan bahasa yang nyentrik, tetapi halus, sederhana, dan penuh makna. Oleh karena itu, dalam penyampaiannya bersifat sederhana, namun memiliki nilai dan makna yang tinggi. Sedangkan Buya Kamba yang berlatar belakang dosen dan juga penulis yang ahli dalam bidang tasawuf, penyampaian dan penggunaan bahasanya juga bernuansa ringan, santun, halus, namun syarat dengan nilai-nilai keilmuan tasawuf yang dimiliki.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Hermeneutika, Teologis, dan Tuhan Maha Asyik
Subjects: Agama > Teologi Sosial
Divisions: Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 07 May 2021 04:25
Last Modified: 07 May 2021 04:25
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/4145

Actions (login required)

View Item View Item