Koreksi Atas Hoax Penafsiran Al Qur`an Di Media Online (Surat Al Aḥzāb: 33, Fāṭir: 28 Dan Aḍ Ḍuḥā: 7)

Muhammad, Jabir (2021) Koreksi Atas Hoax Penafsiran Al Qur`an Di Media Online (Surat Al Aḥzāb: 33, Fāṭir: 28 Dan Aḍ Ḍuḥā: 7). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. BAGIAN DEPAN.pdf

Download (759kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (488kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (345kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (463kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (820kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (358kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (851kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (435kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (523kB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Menjelaskan penafsiran al Qur`anyang keliru dalam media online (2) Menjelaskan koreksi para ulama` guna untuk menjadi koreksi dari ustadz dalam media online tersebut (3) Menjelaskan latar belakang terjadinya kesalahan dalam penafsiran ketiga ayat tersebut.Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian kajian pustaka (library research). Penelitian ini bersifat deskriptif, kemudian teknik pengumpulan datanya dengan menggunakan metode pengumpulan dokumentasi di situs online. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hoax penafsiran al Qur`an (1) Surat Al Ahzab: 33, Uus M. Husaini, ia menafsiri lafal wa qarna yang disamakan dengan corona yang kemudian mengaitkan ayat tersebut dengan perintah karantina dirumah selama pandemi COVID-19, sedangkan sesungguhnya ayat tersebut adalah perintah secara khusus untuk istri-istri Nabi agar berdiam diri dirumah apabila tidak ada keperluan diluar rumah. Kesalahfahaman dalam ayat ini terjadi karena faktor linguistik dan tidak memahami substansi ayat (2) Surat Faṭir: 28, Sugiek Nur memahami bahwa ulama` bisa berasal dari hewan dan ia menganggap ayat ini memiliki satu pembahasan, sedangkan aslinya ayat tersebut memiliki dua pembahasan, pertama mengenai kekuasaan Allah mulai permulaan ayat hingga lafal każalik. Pembahasan kedua, dimulai dari lafal innamā hingga akhir menjelaskan tentang definisi ulama`. Latar belakang terjadinya hoax penafsiran Sugiek Nur adalah ketidaktahuannya terhadap substansi ayat dan tidak mengetahui kaidah nahwu, (3) Surat aḍ Ḍuha: 7, Evie Affandi menafsiri lafal ḍalla dengan makna Nabi tersesat dari jalan yang benar dan bodoh. Penafsiran yang benar adalah Nabi sedang kebingungan mencari solusi atas kesesatan kaumnya. Kesalahan yang melatarbelakangi Evie Affandi dalam memaknai kata ḍalla adalah ketidaktahuannya mengenai makna yang tepat, mengingat kata ḍallamemiliki banyak makna

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: aḍ Ḍuḥā: 7, al Ahzab: 33, Faṭir: 28, Hoax penafsiran, Koreksi
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Divisions: Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan STAIN Kudus
Date Deposited: 15 Mar 2022 07:24
Last Modified: 15 Mar 2022 07:24
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/6762

Actions (login required)

View Item View Item