Relevansi hadis nabi terhadap agama dan budaya dalam tradisi upacara Ngasa pada masyarakat kampung budaya Jalawastu Ketanggungan Brebes (Studi Lving Hadis)

Ispandiary, Adiba Shofie (2022) Relevansi hadis nabi terhadap agama dan budaya dalam tradisi upacara Ngasa pada masyarakat kampung budaya Jalawastu Ketanggungan Brebes (Studi Lving Hadis). Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (392kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (274kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (431kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (534kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (428kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (695kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (282kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (406kB)

Abstract

Penulisan ini menjelaskan tentang prosesi upacara Ngasa, hadis-hadis yang menjadi landasan di dalam upacara Ngasa, dan relevansi hadis terhadap kebiasaan dan budaya Ngasa. Dengan menggunakan metode pendekatan hadis yang hidup di dalam fenomena dan tradisi atau istilah lazimnya yang disebut dengan living hadis yang merupakan sebuah tulisan, bacaan, dan amalan yang dipraktikan dari sebagian masyarakat dalam upaya menerapkan hadis nabi Muhammad Salallahu ‘Alihi Wasallam. Hadis hidup ini dapat ditemukan dalam berbagai variasi, termasuk dengan tradisi tertulis dan tradisi praktik. Penulisan ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan Kajian living hadis masuk dalam kategori fenomena sosial keagamaan. Jadi pendekatan yang dinilai sesuai dengan hal ini adalah pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data yang dipeoleh dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dengan penyajian data yang dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori flowchart dan sebagainya. Dan yang sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks naratif. Jumlah subyek informan pada penelitian ini sebanyak 7 orang meliputi ketua adat, tokoh agama, juru kunci, warga asli kampung Jalawastu, dan partisipan Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa: (1) Upacara adat Ngasa merupakan kegiatan ritual masyarakat Kampung Jalawastu yang dilaksanakan setahun sekali pada saat mangsa kesanga dari enam bentuk yaitu: Tradisi bersih desa, ritual ciprat suci, dan tari perang centong, doa ngasa, dan slametan kuliner Ngasa. slametan pada upacara tradisi Ngasa ini berlangsung di Pasarean Gedong dan dilanjutkan dengan makan-makan bersama dengan nasi jagung dan makanan hasil dari hutan. Biji bijian, daun tales, dan pantang untuk makan hewani pada saat upacara Ngasa berlangsung. (2) Relevansi hadis-hadis nabi dan pengaplikasian sunnahnya masyarakat Kampung budaya Jalawastu mengaplikasikan upacara Ngasa atau sedekah gunung sebagai hubungan dengan nilai sedekah, silaturahim, dan syukur. Dengan membuat nasi jagung dan makanan hidangan lain, sayur sayuran, buah buahan, umbi umbian hasil panen dari hutan dan disedekahkan pada saat kegiatan upacara Ngasa berlangsung dengan makan bersama, berjumpa saling bertutur sapa antar satu sama lain, dan mendoakan para leluhur dan masyarakat kampung Jalawastu, serta membaca tahmid wujud dari rasa syukur. (3) Upacara Ngasa terdapat sebuah kebiasaan atau budaya yang unik dengan bernilai agama dan budaya di antaranya ada anjuran memakan makanan tanaman hasil dari hutan, anjuran memakai pakaian warna putih, dan pantangan untuk berbicara kotor pada saat upacara Ngasa berlangsung dengan hal tersebut yang merupakan ada hubungannya dengan sunnah nabi

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Upacara Ngasa, Living Hadis, Agama dan budaya
Subjects: Hadits dan Ilmu yang berkaitan
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Hadis
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 06 Mar 2023 07:35
Last Modified: 06 Mar 2023 07:35
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/8909

Actions (login required)

View Item View Item