Layanan Bimbingan Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Anak Korban Keluarga Broken Home di Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus

Yusmita, Syifa Vika (2022) Layanan Bimbingan Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Anak Korban Keluarga Broken Home di Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kudus. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[img] Text
1. COVER.pdf

Download (1MB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (264kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (277kB)
[img] Text
4. BAB I.pdf

Download (427kB)
[img] Text
5. BAB II.pdf

Download (500kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf

Download (377kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf

Download (516kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf

Download (269kB)
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (400kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana layanan bimbingan konseling untuk mengurangi perilaku agresif pada anak korban keluarga broken home di JPPA Kudus dan faktor penghambat serta faktor pendukung dalam mengurangi perilaku agresif anak broken home. Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan mengambil studi kasus yang ada di lapangan, kemudian pendekatan penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sumber data yang diperoleh adalah sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti pada penelitian ini melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi di JPPA Kudus. Sumber data yang di peroleh dari ketua Yayasan JPPA Kudus dan konselor. Hasil dari penelitian di lapangan menunjukan bahwa Layanan Bimbingan Konseling untuk Mengurangi Perilaku Agresif Pada Anak Korban Keluarga Broken Home di JPPA Kudus melalui beberapa tahapan dalam proses bimbingan konseling, diantaranya Pertama, konseli dan konselor membuat kesepakatan waktu. Kedua, adanya kesepakatan tempat melakukan konseling. Ketiga, membangun hubungan konseling. Keempat, mendefinisikan permasalahan. Kelima, mengubah sudut pandang konseli. Keenam, memberikan materi layanan bimbingan konseling. Ketujuh, membuat negosiasi kontrak. Faktor penghambat dalam Mengurangi Perilaku Agresif pada Anak Broken Home yaitu lingkungan yang kurang mendukung, emosi yang belum stabil, belum bisa diajak berkomunikasi, menutup diri dari orang lain, pengaruh media kekerasan, frustasi, stress. Faktor pendukung dalam Mengatasi Perilaku Agresif Anak Broken Home diantaranya yaitu mengiyakan pertanyaan agar dibantu konselor, rasa empati dari orang lain, mendapat dukungan dari kerabat, lebih memahami keadaan, lebih saling menghargai.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorRahmawati, Heny KristianaUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Bimbingan Konseling, Perilaku Agresif, Keluarga Broken Home
Subjects: 100 Filsafat dan Psikologi > 150 Psikologi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam > Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI)
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 18 Apr 2023 07:54
Last Modified: 18 Apr 2023 07:54
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/9796

Actions (login required)

View Item View Item