RELASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL: UPACARA YAQOWIYYU MASYARAKAT JATINOM KLATEN

Amaliyah, Efa Ida (2015) RELASI AGAMA DAN BUDAYA LOKAL: UPACARA YAQOWIYYU MASYARAKAT JATINOM KLATEN. FIKRAH STAIN KUDUS, 3 (1). ISSN ISSN: 2354-6174 EISSN: 2476-9649

Full text not available from this repository.
Official URL: http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/Fikrah/a...

Abstract

Perayaan Yaqowiyyu di desa Jatinom sudah menjadi ritual yang dilaksanakan setiap hari Jum’at minggu kedua di bulan Safar penanggalan Jawa. Ritual tersebut berlangsung hingga saat ini sebagai ungkapan penghormatan terhadap Ki Ageng Gribig berupa menyebar kue apem ke halayak ramai yang sudah menunggu di lapangan yang sudah disediakan. Penelitian ini secara khusus membahas tentang makna dari semua unsur yang ada dalam ritual tersebut, seperti pengunjung, pedagang, dan masyarakat sekitar desa Jatinom. Selain itu juga masuknya modernitas yang tidak bisa terelakkan lagi. Untuk mengetahui bahasan tersebut, maka pendekatan penelitian ini adalah pendekatan fungsionalis. Pendekatan fungsionalis mengadaikan bahwa suatu masyarakat dipandang sebagai suatu jaringan kelompok yang bekerjasama secara terorganisasi, yang bekerja dalam suatu cara yang relatif teratur menurut seperangkat aturan dan nilai yang dianut oleh sebagian masyarakat tertentu. Sebuah perilaku atau tindakan sosial bisa dibenarkan karena hal tersebut dalam masyarakat dinilai sebagai fungsional. Makna yang muncul sangat beraneka ragam tergantung harapan dari mereka yang datang di ritual tersebut. Makna keberkahan adalah yang paling dominan. Mereka percaya bahwa dengan mendapatkan kue apem dari lemparan panitia, hajat-hajat yang mereka inginkan akan cepat terkabul. Sebagai contoh, bagi petani berharap panennya akan melimpah dengan menyebarkan apem hasil tangkapan di Yaqowiyyu ke sawah mereka. Begitu juga yang menghendaki adanya jodoh, berhasil dan sukses dalam pekerjaannya, serta usahanya yang lancar. Salah satu yang mereka lakukan dengan apem tersebut menyimpannya di tempat-tempat yang dianggap bisa aman, seperti lemari dan di bawah tempat tidur. Makna lain didapat oleh para pedagang dadakan, tukang parkir, dan masyarakat sekitar karena kedatangan keluarga jauh mereka. Dengan adanya antusiasisme dari kalangan masyarakat, maka pemerintah setempat mengapresiasi untuk keberlangsungan atau melanggengkan ritual tersebut. Salah satunya dengan menggandeng perusahaan rokok sebagai sponsor tunggal. Karenanya tidak salah kalau ritual Yaqowiyyu dijadikan sebagai wisata religi yang ada di Kabupaten Klaten. Sehingga, unsur-unsur modernitas yang diwakili oleh pemerintah dan perusahaan rokok mendukung untuk melestarikan ritual yang dilakukan oleh pendirinya yaitu Ki Ageng Gribig sebagai bentuk kearifan local bagi masyarakat yang mempercayainya.

Item Type: Article
Subjects: 200 Agama
Sosial dan Budaya Islam
Sosial dan Budaya Islam > Masyarakat Islam
Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat Islam
Divisions: Karya Ilmiah > Artikel Jurnal
Depositing User: UPPI STAIN Kudus
Date Deposited: 09 Jun 2017 06:45
Last Modified: 09 Jun 2017 06:45
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/1323

Actions (login required)

View Item View Item