Perilaku Internet Trolling di Aplikasi Tiktok Perspektif Tafsir at-Thabari

Ismail, Mahfudz (2024) Perilaku Internet Trolling di Aplikasi Tiktok Perspektif Tafsir at-Thabari. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.

[img] Text
01. BAGIAN DEPAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text
02. ABSTRAK.pdf

Download (429kB)
[img] Text
03. DAFTAR ISI.pdf

Download (338kB)
[img] Text
04. BAB I.pdf

Download (543kB)
[img] Text
05. BAB II.pdf

Download (641kB)
[img] Text
06. BAB III.pdf

Download (453kB)
[img] Text
07. BAB IV.pdf

Download (1MB)
[img] Text
08. BAB V.pdf

Download (427kB)
[img] Text
09. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (499kB)

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana Perilaku Internet Trolling di Aplikasi Tiktok Perspektif Tafsir At-Thobari. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya teknologi informasi dan media sosial yang memudahkan orang saling berkomunikasi dengan cara yang mudah dan sangat instan. Perilaku trolling termasuk perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pandangan al-Qur'an terhadap perilaku internet trolling dan penulis berusaha memberikan solusi pencegahan-Nya. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dan metodologi yang digunakan adalah studi tematik. Bersumber dari data primer yaitu kitab suci al-Qur'an yang telah ditafsirkan yaitu kitab tafsir at-Thobari. Adapun dari penelitian ini, terdapat penafsiran ayat-ayat al-Quran mengenai perilaku internet trolling yang dalam al-Qur'an disebut sebagai namīmah atau adu domba, provokasi. Kemudian hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) perilaku trolling di dalam al-Qur'an dijelaskan dengan kata humazah, binamīm, binaba’in, barī’an, ḥammālatal-ḥaṭab. Kata humazah dan derivasinya disebutkannya sebanyak 3 kali, yang dimaknai sebagai mencela atau pencela. Kata binamīm disebutkan sebanyak 1 kali, yang dimaknai sebagai mencela atau pencela, tetapi at-Thabari mengartikanya sebagai menyebarkan fitnah. Kata binaba’in dan derivasinya disebutkan sebanyak 18 kali, yang dimaknai sebagai berita, kabar, memberitahukan, cerita, kisah, dan yang dimaksud disini adalah berita yang membuat kegaduhan. Kata barī’an dan derivasinya disebutkan sebanyak 5 kata yang memiliki makna menciptakan dalam arti membuat kegaduhan. Terakhir pada kata ḥammālatal-ḥaṭab, hanya disebutkan 1 dalam al-Qur'an yang memiliki makna pembawa kayu bakar, maksudnya penebar fitnah. 2) At-thobari menafsirkan kata humazah, binamīm, binaba’in, barī’an, ḥammālatal-ḥaṭab dengan makna berita atau kabar, pembawa kayu bakar, menciptakan, mencela, memprovokasi, menyampaikan berita kebohongan, hingga menimbulkan kegaduhan . 3) Solusi yang diberikan al-Qur'an dalam tafsir at-Thabari untuk menyikapi perilaku trolling ialah, pertama menjaga sopan santun dan menjauhi perkataan buruk (wa qul li’ibādī yaqụlullatī hiya aḥsan). Kedua kritis dalam berfikir (fatabayyanū), ketiga menunjukkan sikap sabar dan tidak membalas dendam (Idfa‘ bil-latī hiya aḥsan).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Contributors:
ContributionContributorsEmail
Thesis advisorRahmawati, UlfahUNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Internet Trolling, Tafsir at-Thabari, Provokasi
Subjects: Al-Qur`an dan Ilmu yang berkaitan > Tafsir Al-Qur`an
Divisions: Fakultas Ushuluddin > Ilmu Quran Tafsir
Depositing User: Perpustakaan IAIN Kudus
Date Deposited: 18 Feb 2025 03:33
Last Modified: 18 Feb 2025 03:33
URI: http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/13695

Actions (login required)

View Item View Item