Janah, Siti Noor (2024) Kedudukan Kiai Sepuh dalam Pelaksanaan Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus di Menara Kudus. Undergraduate thesis, IAIN KUDUS.
![]() |
Text
01.COVER.pdf Download (2MB) |
![]() |
Text
02.ABSTRAK.pdf Download (420kB) |
![]() |
Text
03.DAFTAR ISI.pdf Download (421kB) |
![]() |
Text
04.BAB I.pdf Download (676kB) |
![]() |
Text
05.BAB II.pdf Download (943kB) |
![]() |
Text
06.BAB III.pdf Download (713kB) |
![]() |
Text
07.BAB IV.pdf Download (824kB) |
![]() |
Text
08.BAB V.pdf Download (423kB) |
![]() |
Text
09.DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (473kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kedudukan kiai sepuh dalam berbagai rangkaian acara buka luwur Sunan Kudus, serta faktor yang membangun kepercayaan masyarakat terhadap kedudukan kiai sepuh dalam pelaksanaan tradisi buka luwur Sunan Kudus. Jenis penelitian yang digunkan adalah lapangan atau field research dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi di Menara Kudus yang merupakan tempat pelaksanaan tradisi buka luwur dengan kepemimpinan kiai sepuh untuk mendapatkan informasi dari pihak terkait, kemudian peneliti mendapatkan petunjuk langkah selanjutnya berkaitan dengan narasumber untuk dimintai data terkait kedudukan kiai sepuh dalam tradisi buka luwur Sunan Kudus. Wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan jumlah narasumber sebanyak 9 (sembilan) orang yaitu kiai sepuh, humas, sejarawan Kota Kudus dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi pelaksanaan buka luwur Sunan Kudus. Data yang diperoleh dari informan akan dianalisis menggunakan teori otoritas Max Weber. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertama, kiai sepuh sebagai pemimpin di berbagai rangkaian acara trdaisi buka luwur Sunan Kudus ditunjuk berdasarkan kemampuan, tidak dari keturunan. Kiai sepuh banyak yang diundang dalam pelaksanaan tradisi buka luwur, namun yang ditunjuk sebagai pemimpin dalam rangkaian acara tradisi hanya beberapa kiai dengan kemampuan masing-masing yang telah dipertimbangkan oleh pihak panitia Menara Kudus. Penggantian bagi kiai yang berhalangan hadir tidak harus dari keturunan kiai sepuh sebelumnya. Kedua, faktor yang mendukung kepercayaan masyarakat kepada kiai sepuh dalam pelaksanaan buka luwur Sunan Kudus adalah dari faktor latar belakang pendidikan kiai sepuh, faktor karismatik atau kepemimpinan kiai sepuh serta faktor kepercayaan masyarakat terhadap penunjukkan kiai sepuh sebagai pemimpin rangkain tradisi yang dilakukan oleh kepengurusan atas dasar pertimbangan keahlian dari kiai sepuh.
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Buka Luwur, Kiai Sepuh, Otoritas | ||||||
Subjects: | Sosial dan Budaya Islam | ||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 17 Mar 2025 04:31 | ||||||
Last Modified: | 17 Mar 2025 04:31 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/14028 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |