Hasanah, Uswatun (2024) Nilai Filosofis Pada Simbol-Simbol Tradisi Sebar Ponjen di Desa Jambu Kecamatan Timur Mlonggo Kabupaten Jepara. Undergraduate thesis, IAIN Kudus.
![]() |
Text
COVER-KATA PENGANTAR.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
ABSTRAK.pdf Download (458kB) |
![]() |
Text
DAFTAR ISI.pdf Download (473kB) |
![]() |
Text
BAB I.pdf Download (589kB) |
![]() |
Text
BAB II.pdf Download (903kB) |
![]() |
Text
BAB III.pdf Download (586kB) |
![]() |
Text
BAB IV.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
BAB V.pdf Download (453kB) |
![]() |
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (672kB) |
Abstract
Tradisi Sebar Ponjen merupakan salah satu tradisi di Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara yang masih berjalan hingga saat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui pelaksanaan tradisi Sebar Ponjen di Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, 2) mengetahui nilai filosofis pada simbol-simbol yang ada pada tradisi Sebar Ponjen masyarakat Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tehnik pengumpulan data yang digunakan ialah tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini ialah, 1) tradisi Sebar Ponjen merupakan tradisi yang masih dijalankan hingga sekarang. Tradisi ini bermakna sebagai wujud rasa syukur orang tua kepada Allah SWT karena telah menuntaskan tanggungjawab mereka kepada anak-anaknya. Prosesi tradisi ini meliputi; a) pembacaan tahlil dan doa, b) penyediaan uborampe atau syarat-syarat pada tradisi Sebar Ponjen yaitu beras kuning, kantong, getong berisi air, tampah, merica, dan uang receh, c) melakukan prosesi ulo-ulo manding, d) penyebaran atau pelemparan beras kuning dan uang koin yang ada di kantung, e) pemberian kantung berisi emas perhiasan atau uang tunai oleh orang tua kepada anak-anak dan menantunya. 2) Nilai Filosofis pada simbol-simbol yang ada pada tradisi Sebar Ponjen antara lain; a) Ulo-ulo manding memiliki makna filosofi orang tua harus menjadi pemimpin dan panutan bagi anak-anaknya, b) Beras kuning dan uang koin memiliki makna sebagai simbol tolak balak dan sebagai doa orang tua agar rumah tangga anak-anaknya selalu diberikan kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah, c) Pecut memiliki makna filosofi yaitu orang tua perlu membimbing anak-anaknya agar tetap berjalan di jalan yang baik dan lurus, d) Merica memiliki makna bahwa orang tua itu kalau perlu harus bersikap tegas atau pedas seperti merica kepada anak-anak mereka, e) Kantong berisi emas perhiasan atau uang tunai dimaknai sebagai sedekah orang tua kepada anak-anak mereka serta sebagai tolak balak. 3) Nilai-nilai etika dan estetika dalam prosesi tradisi sebar ponjen meliputi nilai estetika dalam hubungan sosial dan persaudaraan dan nilai etika kepada orang tua
Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Contributors: |
|
||||||
Uncontrolled Keywords: | Sebar Ponjen, Makna Filosofi, Simbol | ||||||
Subjects: | Islam (Umum) > Islam dan Filsafat Akidah dan Ilmu Kalam > Kepercayaan tentang hal-hal tertentu Sosial dan Budaya Islam > Adat Istiadat Islam |
||||||
Divisions: | Fakultas Ushuluddin > Akidah dan Filsafat Islam | ||||||
Depositing User: | Perpustakaan IAIN Kudus | ||||||
Date Deposited: | 19 Mar 2025 03:57 | ||||||
Last Modified: | 19 Mar 2025 03:57 | ||||||
URI: | http://repository.iainkudus.ac.id/id/eprint/14061 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |